• 03 Feb, 2023

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Wagub Audy Pimpin Apel Satgas Dalkarhutla Sumbar

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Wagub Audy Pimpin Apel Satgas Dalkarhutla Sumbar

Beritanda1 -  Sebagai upaya meningkatkan kesiap kesiagaan meningkatnya jumlah titik panas di Sumbar yang mencapai 484 titik hingga Juni 2022, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Se-Sumatera Barat, Rabu (13/7/22) di Kabupaten Sijunjung.

Disampaikan, jumlah titik api ini meningkat 167 persen dibandingkan tahun 2021 lalu. Berdasarkan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla Sumbar, untuk periode Januari hingga Mei 2022, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumbar mencapai 9.045 Ha. Kondisi itu menjadikan Sumatera Barat berada pada posisi kedua dengan luas kebakaran hutan dan lahan tertinggi di Indonesia dan sekaligus tertinggi di Pulau Sumatera.

"Tiga wilayah terbanyak ditemukannya titik panas adalah di Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Limapuluh Kota. Untuk itu apel ini dilaksanakan agar kita siap siaga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumbar," tutur Wagub Audy.

WhatsApp Image 2022-07-13 at 18.51.53
Dihadapan seluruh UPTD Brigade Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Sumbar yang mengikuti apel, Wagub Audy juga menjelaskan, pemerintah telah melakukan mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui optimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pengembangan aplikasi prediksi kebakaran hutan dan lahan secara temporal dan spasial dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial. 

Kemudian juga membangun kemitraan dengan TNI, Polri, dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri, seperti PT. Bukit Raya Mudisa (PT. BRM).

"Upaya pencegahan kebakaran hutan yang dilakukan diantaranya sosialisasi penyiapan lahan tanpa bakar dan peringatan dini kebakaran, penyuluhan kepada masyarakat tentang penyiapan lahan tanpa bakar atau alternatif pembakaran dengan asap minimal dan pembakaran bergilir," jelasnya. 

Disisi lain, Wagub Sumbar juga menyebut, soal pembinaan dan peningkatan ketaatan kepada pengusaha perkebunan dan pemegang izin usaha bidang kehutanan dalam penerapan penyiapan lahan tanpa bakar juga perlu ditingkatkan. 

Ketaatan ini dilanjutkan dengan kampanye dampak asap, penerapan pengetahuan tradisional dalam pengendalian kebakaran pada masyarakat, dan penyebarluasan peringatan dini karhutla. Termasuk pentingnya upaya pemantauan dan pelaporan berjenjang kebakaran. Salah satunya dengan adanya jaminan perusahaan untuk penyiapan lahan tanpa bakar. 

"Hal lain yang diperlukan tentunya penegakan hukum, melalui pemberdayaan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) lingkungan dan kehutanan, penerapan tindak pidana korporasi pada kasus pembakaran hutan dan lahan, fatwa Mahkamah Agung terhadap alat-alat bukti untuk meyakinkan hakim, serta pembentukan publik opini terhadap kasus-kasus karhutla yang sedang berlangsung," kata Audy. 

WhatsApp Image 2022-07-13 at 18.51.54
Audy Joinaldy lantas  berpesan, supaya seluruh stakeholder agar bisa menggerakkan segala upaya dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, baik oleh pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta, maupun partisipasi masyarakat.

"Petugas di Satgas Dalkarhutla Provinsi, Brigade Dalkarhutla di KPH, TNI, POLRI, BPBD petugas pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), tim reaksi cepat dari perusahaan, agar tetap siaga dan memastikan peralatan sudah siap siaga setiap saat," tegasnya.

Apel Dalkarhutla ini ditutup dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan, serta peninjauan sarana dan prasarana pengendalian karhutla yang dimiliki masing-masing UPTD Brigade KPHL, juga PT. BRM. 

(Ismardi/rls)

 

 

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]