• 11 Aug, 2022

Bangkitkan UMKM Dan Pariwisata, Pemkab Solok Selatan Gelar Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi

Bangkitkan UMKM Dan Pariwisata, Pemkab Solok Selatan Gelar Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi

Beritanda1 – Sebagai upaya membangkitkan UMKM Dan Pariwisata, untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengangkat Festival Teh dan Kopi ‘’Sarantau Sasurambi’’.

Festival Teh dan Kopi digelar mulai tanggal 30 sampai 31 Juli 2022 ini, dibuka  Gubernur Sumbar, diwakili  Asisten Perekonomian dan Pambangunan Setdaprov Sumbar, Warda Rusmen,  di Liki Café dan Tea House, Sabtu (30/07/2022).

Dengan menampilkan produk teh dari PT Mitra Kerinci, PTPN VI Kayu Aro, PTPN IV Simalungun Sumatera Utara, PT Peconina Baru serta pelaku UMKM Solok Selatan yang konsern pada olahan teh, Claretta Tea, olahan kopi juga melibatkan kopi legend Solok Selatan seperti kopi Jangguik, Andini, Teras kopi pak datuak dan banyak produk UMKM lainnya.

296667362_181319837685526_5627090485941895013_n
Menyemangati itu, Bupati H Khairunas sangat mengapresiasi inisiatif penyelenggara  Festival Teh dan Kopi ’Sarantau Sasurambi. 

Kedepan, kata dia, kegiatan festival ini juga akan dijadikan agenda tahunan pemerintah daerah, selain Festival durian dan Festival Sarantau Sasurambi Balimau.

Menurut Bupati, Festival Teh dan Kopi merupakan bentuk kontribusi dan kolaborasi pemerintah daerah bersama PT Mitra Kerinci, Bank Nagari, Ketua LKAAM Solok Selatan serta inisiator festival milenial serta pelaku UMKM kopi dan teh Solok Selatan.

Khairunas menyebut, kegiatan besar ini merupakan upaya Pemkab Solok Selatan dalam meningkatkan dan menggeliatkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pariwisata di Solok Selatan.

‘’Terselenggaranya festival diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan UMKM dan pariwisata. Selain itu, even ini juga menghadirkan rangkaian kegiatan layanan pemerintah, sehingga memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM’’, ucapnya.

Senada, Ketua DPRD Solok Selatan, Zigo Rolanda, juga menyebut sektor pertanian dan peternakan menjadi program unggulan pemerintah, salah satunya teh dan kopi.

Disampaikan, potensi kebun teh Mitra Kerinci sangat luar biasa, dengan luas lebih kurang 2 ribu hektar dan menghasilkan teh 4.800 ton per tahun. Sementara Solok Selatan juga penghasil kopi kedua terbesar di Sumbar, menghasilkan 1.760 ton/tahun, serta telah diékspor ke luar negeri seperti Jepang dan negara eropa lainnya.

 Zigo menyebut, Pemkab Solok Selatan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Barat , Tahun 2021 meningkat dari 1.25% menjadi 3,47%. Hal tersebut tentunya juga ditandai dengan kopi asal Solok Selatan yang semakin diminati. 

“ Dengan semakin bergairahnya pertumbuhan coffe shop yang ada di Sumatera Barat, tentu membuka peluang bisnis teh dan kopi asal Solok Selatan yang memiliki kualitas cita rasa tersendiri’’, sebut Zigo.

296754494_181320204352156_3950640231706289581_n
Menyambut kegiatan itu, Asisten Perekonomian dan Pambangunan Setdaprov Sumbar, Warda Rusmen  menuturkan ketertarikannya terhadap teh premium Mitra Kerinci.

“ Saya kaget juga, ada harga teh yang 1 sampai 2 juta per kilonya, dan saya penasaran dengan rasa teh tersebut,” ungkapnya.

Kata Warda Rusmen, kebutuhan produk teh dan kopi di dunia sangat tinggi. Untuk pasar teh, Jepang merupakan masyarakat dengan budaya minum teh yang tinggi, sementara itu untuk kopi, peluangnya adalah negara-negara Eropa.

“  Festival The dan Kopi adalah ajang memperkenalkan produk kopi dan teh Solok Selatan, memperkenalkan kepada masyarakat luas keberadaan teh dan kopi dari daerah ini,” papar  Warda Rusmen.

Turut hadir dalam pembukaan festival ini, Sekdakab Dr. Syamsurizaldi, Asisten, Staf Ahli, Forkopimda, Pimpinan PT Mitra Kerinci, Kepala OPD, Camat se-Solok Selatan serta komunitas sepeda. 

(Zul Muncak/rls)

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]