• 11 Aug, 2022

Dharmasraya Kembali Gelar Festival Pamalayu 2022

Dharmasraya Kembali Gelar Festival Pamalayu 2022

Beritanda1 - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya siap menggelar Festival Pamalayu 2022 dengan menyuguhkan berbagai kegiatan kebudayaan.

Mengangkat tema: Keselaran Alam Raya, agenda Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi, dijadwalkan berlangsung dari tanggal 18 sampai 23 Agustus 2022, di Komplek Candi Pulau Sawah, Nagari Siguntur.

Terhadap itu, Bupati Dharmasraya melalui Asisten II Yefrinaldi menyebutkan, 
Festival Pamalayu 2022 akan dikalobarasikan dengan agenda Kenduri Swanabumi yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek bekerja sama dengan berbagai pemda terkait, salah satunya Kabupaten Dharmasraya.

"Festival Pamalayu kali ini mendapat dukungan penuh pemerintah pusat melalui Ditjen Kebudayaan, kita berharap melalui kolaborasi ini apa yang menjadi tujuan bersama ini dapat tercapai," kata Asisten II Yefrinaldi, Rabu (3/8/2022).

Dikatakannya,  rangkaian kegiatan festival pamalayu dimulai secara resmi pada 18 Agustus 2022. Dihari yang sama juga akan berlangsung pemecahan rekor muri Memasak Makan Tradisional.

Selajutnya, akan dilaksanakan pameran Artefak Kuno dan Produkuk UMKM 18-23 Agustus.

Kata Yefrinaldi, seluruh artefak kuno yang ditemukan di Dharmasraya, yang disimpan di BPCB Sumbar, dan museum Adityawarman akan dipamerkan nantinya.

Kemudian akan juga digelar kegiatan literasi 19-23 Agustus, seperti seminar ancaman kerusakan DAS Batang Hari, seminar perkembangan kesenian di era digital, musikalilasi puisi, dan lomba vlog dan essay.

Seterusnya, pada 23 Agustus akan ada atraksi Arung Pamalayu (Pelepasan Tim Susur Budaya Sungai Batang Hari), Penanamam Pertama Pusat Budidaya Tanaman Rempah, Makan Bajamba, Drama Kolosal Dara Petak dan Dara Jingga.

"Saat penutupan rangkaian festival pamalayu akan dilakukan pelepasan tim susur budaya sungai Batang Hari sekaligus pertanda Pembukaan Kenduri Swarnabumi dimulai dari hulu Dharmasraya dan berakhir di hilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi," katanya.

Disebutkan Asisten II Setda Dharmasraya, sebanyak sembilan daerah di wilayah daerah aliran sungai Batanghari telah menyatakan komitmen menggelar Kenduri Swarnabhumi yang ditandai dengan penandatangan secara simbolis beberapa waktu lalu.

Sembilan Pemerintah Daerah DAS Batanghari yang hadir pada rapat koordinasi ini yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, dan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid mengatakan, kenduri ini bukan hanya sebatas kegiatan, namun merupakan gerakan kebudayaan untuk mengingatkan kembali ingatan masyarakat tentang pentingnya sungai dalam kehidupan sehingga harus meletakkan kebudayaan di hulu pembangunan.

" Kenduri Swarnabhumi ini berupa kegiatan arung budaya dengan salah satu tujuannya adalah dapat lebih menjalin kesatuan antar Kabupaten dan Kota," jelas Hilmar Farid dilasir dari laman www.kemdikbud.go.id

(Hanif/rls)

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]