• 02 Dec, 2022

Diklaim Sebagai Wilayah Agam, Bupati Eka Putra: Jalur pendakian Proklamator Pasangrahan di TWA Gunung Marapi Berada di Tanah Datar

Diklaim Sebagai Wilayah Agam, Bupati Eka Putra: Jalur pendakian Proklamator  Pasangrahan di TWA Gunung Marapi Berada di Tanah Datar

Beritanda1 - Jalur pendakian Proklamator,  Pasangrahan (Gaduang) di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi yang diklaim masuk dalam wilayah Kabupaten Agam, dibantah Tanah Datar Eka Putra, SE. MM

Eka Putra memastikan,  Jalur pendakian Proklamator di TWA Gunung Marapi berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Tanah Datar.

Hal itu telah ditegaskan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) nomor 110 tahun 2019 tentang Batas Daerah antara Kabupaten Agam dengan Kabupaten Tanah Datar.

" Ini (jalur pendakian proklamator di TWA) berada di wilayah administrasi Tanah Datar, tidak di wilayah Kabupaten Agam. Ada permendagri nomor 110 tahun 2019," ujar Bupati Eka Putra

FB_IMG_1669094478101
Keterangan itu disampaikan Bupati Tanah Datar ketika meninjau jalur pendakian Proklamator,  Pasangrahan (Gaduang) di TWA Gunung Marapi, Kecamatan X Koto, Minggu (20/11/2022).

Peninjauan lokasi dilakukan Eka Putra setelah sebelumnya dilakukan peresmian jalur Proklamator oleh Bupati Agam dan mengklaim daerah tersebut berada diwilayah Agam.

Menangapi klaim secara sepihak itu, Bupati Eka Putra  berpesan, sebagai seorang pemimpin, Bupati Agam hendaknya terlebih dahulu mempelajari batas wilayah antara dua Kabupaten bertetangga itu sebelum memberi pernyataan.

FB_IMG_1669094531729-1
Kata Eka Putra, jika jalur pendakian Proklamator,  Pasangrahan (Gaduang) di TWA Gunung Marapi masih di klaim Bupati Agam sebagai daerahnya, pihaknya tidak segan-segan mempertahankan walaupun dengan berbagai cara.

"Sejengkal tanah  pun, kita tidak akan menyerahkan wilayah  Tanah Datar di ambil daerah lain. Kita siap dengan segala apapun, termasuk jika harus di PTUN kan," ujar Bupati Eka.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan terus berupaya secara maksimal menjaga daerah dari berbagai pihak yang mengaku sebagai daerahnya.

"Kita tutup kaca spion, lihat ke depan. Kita berjalan pada ketentuan yang ada. Insha Allah, niat kita baik, bagaimana jalur pendakian Proklamator,  Pasangrahan di TWA Gunung Marapi bisa dimanfaatkan masyarakat kita," ujarnya

FB_IMG_1669094506520
Terkait itu, Kepala BKSDA Wilayah II Sumatera Barat melalui Kasi Konservasi Wilayah II Sumatera Barat Eka Damayanti, mengaku tidak tahu pasti kejadiannya pada saat peresmian jalur pendakian  Proklamator  kaki Gunung  Marapi Nagari Koto Baru.

Menurutnya, pada saat itu pihaknya mempunyai waktu yang cukup pendek untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya, sehingga roundown nya berubah pada saat dibacakan.

"Rencananya kami memang mengundang kedua kabupaten yaitu Tanah Datar dan Agam, kami tidak bermaksud untuk mengesampingkan pimpinan daerah dari salah satu kabupaten. Namun sebetulnya, semangatnya adalah bagaimana merangkul dua kabupaten ini supaya bisa ikut serta bersama-sama mengelola TWA Marapi," ujar Eka Damayanti.

Dikatakan Eka Damayanti, pihaknya tidak ada maksud ini dan itu karena sudah disepakati pada saat rapat di Padang dan hasil rapatnya pun sudah disampaikan ke Gubernur dan juga bupati Agam langsung.

"Sepengetahuan kami ini juga sudah disampaikan pada saat rapat internal mereka, sehingga menurut kami kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan," tambahnya.

FB_IMG_1669094550489
Pada kesempatan, Eka Damayanti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas suport dan dukungan dari bupati Tanah Datar untuk pengelolaan TWA terutama untuk membantu masyarakat penyangga TWA, dalam hal ini masyarakat nagari Koto Baru dan Aie Angek untuk sama-sama mendapatkan akses pengelolaan.

Turut hadir pada saat itu, Asisten Ekobag Abdul Hakim, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Kepala Dinas PUPR Tamrin, Kalaksa BPBD Yusnen, Kasat Pol PP Harfian Fikri, Kepala Dinas Perkim LH, Camat X Koto Adiawarman, Kepala Bagian Hukum Audia Safitri, Kepala Bagian PEM Abduraham Hadi, Kepala Bagian Prokopim Dedi Triwidono, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Ten Feri, Wali Nagari Aia Angek, Wali Nagari Koto Baru dan Tokoh masyarakat lainnya.

(Reyhan)

 

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]