• 11 Aug, 2022

Dukung Pembangunam Sawahlunto, Pemprov Sumbar Anggarkan Rp 20 Milyar

Dukung Pembangunam Sawahlunto, Pemprov Sumbar Anggarkan Rp 20 Milyar

Beritanda1 -  Guna mendukung program pembangunan kota Sawahlunto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mengalokasikan anggaran sekurangnya Rp 20 miliar pada APBD tahun 2022.

Khabar tentang porsi anggaran itu disampaikan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah ketika memberi sambutan di Masjid An-Nur, Dusun Kayu Gadang, Desa Santua, Kec. Barangin, Kota Sawahlunto, Senin (4/4/2022).

Masjid An-Nur sendiri merupakan masjid ke-3 dari total 31 masjid yang akan dituju Tim Gubernur dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat 2022.

Menurut Gubernur, dukungan anggaran tersebut, dialokasikan ke berbagai sektor pembangunan di Kota Sawahlunto dengan rincian: Rp 350 juta untuk sektor pendidikan, Rp 860 juta untuk sektor kesehatan, Rp 5,6 miliar untuk sektor kehutanan, Rp 4 miliar untuk sektor peternakan, Rp 3,2 miliar untuk pemeliharan infrastruktur jalan, Rp 1,75 miliar untuk sektor perumahan dan permukiman, Rp 2,5 miliar untuk sektor perkebunan, Rp 600 juta untuk sektor pariwisata, dan tambahan Rp 357 juta dari Balai Perumahan dan Permukiman.

"Totalnya 19 Miliar 250 juta 457 ribu," pungkas Gubernur.

IMG-20220405-WA0024
 

Kata Gubernur, kehutanan mendapat porsi anggaran terbesar karena kota Sawahlunto akan dikembangkan menjadi pusat budidaya madu di Sumbar.

"Insyaallaah (jumlah anggaran) ini akan kita tambah, sehingga ke depan nanti Sawahlunto jadi sentra produksi madu. Kita memang fokus kehutanan karena memang sawahlunto itu di tengah hutan. Jadi kita harap, dengan pendekatan ini, masyarakat bisa mengembangkan ekonominya tanpa merusak hutan," urai Gubernur.

Menyambut itu,  Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan bagi kelanjutan pembangunan Sawahlunto.

"Kita berharap dukungan Provinsi terhadap pembangunan-pembangunan di Sawahlunto. Kita, di tengah Covid ini, dengan anggaran terbatas, butuh bantuan semua pihak," ujarnya.

Deri Asta menambahkan, di tengah keterbatasannya, Pemko Sawahlunto menurutnya berhasil menjalankan program-program pembangunan yang berujung pada ditetapkannya Kota Sawahlunto sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terkecil se-Indonesia berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021.

Program-program yang dianggap berhasil tersebut antara lain pembangunan 40 Rumah Tahfidz di Sawahlunto dan akan ditingkatkan menjadi 50 Rumah Tahfidz pada tahun 2022.

Selanjutnya, pemberian reward pendidikan bagi pelajar Sawahlunto yang berhasil duduk di perguruan tinggi terakreditasi A dengan Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,1.

Reward ini, menurut Deri Asta, telah diberikan kepada lebih dari 1000 pelajar Sawahlunto. Selanjutnya, peningkatan jumlah warga Sawahlunto yang terdaftar pada program jaminan kesehatan nasional.

"Jaminan kesehatan tetap kita lakukan. Memang sangat membebani APBD, tapi kita tetap membayarkan premi untuk warga Sawahlunto yang belum memiliki BPJS. Sehingga dulu 40% (warga terdaftar di BPJS), sekarang 97% warga dicover. Ini juga berkat bantuan pemprov."

Terakhir, program pemusatan anggaran Desa. Dengan program ini, Pemerintah Desa di Sawahlunto diwajibkan mengalokasikan 20% Anggaran Pendaparan Belanja Desa (APBDes) diarahkan untuk ekonomi kerakyatan.

"Hasilnya, alhamdulillah, berdasarkan survey BPS 2021, kita punya penduduk miskin terkecil se-Indonesia," klaim Deri.


(Zul Muncak/rls)

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]