• 02 Dec, 2022

Tanam Ganja di Polybag, Seorang Buruh di Pasaman Barat Diamankan Polisi

Tanam Ganja di Polybag, Seorang Buruh di Pasaman Barat Diamankan Polisi

Tersangka HH dengan barang bukti berupa tanaman Ganja diamankan tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat (Foto: Ist)

Beritanda1 Ketahuan menanam bibit Ganja di polybag,   seorang buruh berinisial HH (42) warga Jorong Koto Nopan, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, diamankan oleh Polsek Lembah Melintang bersama tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat. 

 

Tersangka HH   diamankan petugas di Kamp Perumahan karyawan PT PMS Jorong Simpang Gadang, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat, Senin (17/10/2022), sekitar pukul 13.40 Wib siang. 

Terkait itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto, SIK, MM melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Eri Yanto, SH mengatakan, tanaman ganja tersebut pertama kali diketahui oleh Asisten Kebun PT PMS   bernama Harizal, Sunardi dan Dapit yang merupakan   karyawan kebun. 

Asisten kebun   ini didampingi   anggota Brimob yang bertugas sebagai BKO PT PMS ketika pergi ke Kamp karyawan Divisi 3 KM 9 Jorong Simpang Gadang, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur. 

“Kedatangan Asisten Kebun dan karyawan bersama anggota Brimob ke Kamp karyawan Divisi 3 KM 9 ini, telah mencurigai bahwa salah seorang karyawan PT PMS ada yang menanam ganja di polybag,” ujar Eri Yanto dikutip dari TBNews Sumbar, Selasa (18/10/2022).  

Begitu sampai di lokasi, pihak perwakilan perusahaan menemukan sembilan buah polybag yang terletak  dibelakang kamp karyawan yang ditempati oleh tersangka HH.  

Dari sembilan polybag tersebut, empat diantaranya diduga berisi tanaman ganja sebanyak lima batang yang berumur sekitar satu bulan, sedangkan lima polybag lainnya belum ada tanaman ganja. 

“Selanjutnya barang bukti tersebut dibawa ke Mess Staf. Kemudian asisten kebun pergi untuk memanggil tersangka HH yang pada saat itu sedang bekerja di kebun sawit PT PSM. Selanjutnya dilakukan   interogasi terhadap tersangka HH, sehingga ia mengakui bahwa tanaman Ganja tersebut adalah miliknya yang ditanam sendiri,” beber Kasat Narkoba Polres Pasbar. 

Dijelaskan, setelah  tersangka mengakui, pihak perusahaan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kapolsek Lembah Melintang Iptu Zulfikar, SH, MH dan langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat, untuk langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin  Kasat Resnarkoba  untuk mengamankan pelaku dan barang bukti. 

“Dari interogasi awal terhadap tersangka, bahwa tanaman ganja tersebut tidak untuk diedarkan namun hanya untuk dipakai sendiri. Sedangkan bibit ganja tersebut didapat dari seorang rekan tersangka,” ucapnya. 

Eri Yanto menjelaskan, adapun barang bukti yang berhasil disita oleh petugas berupa, lima batang pohon Narkotika golongan I jenis ganja yang ditanam didalam empat buah polybag warna hitam dan lima polybag berisi tanah yang belum ditanam ganja. 

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini tersangka telah berada di Mapolres Pasaman Barat guna proses penyidikan lebih lanjut. Terhadap perbuatannya,   tersangka HH dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal 1 milyar dan maksimal 10 milyar rupiah,” pungkasnya.  

(Melatisan/**) 

 

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]