• 11 Aug, 2022

Tanggulangi Sampah, UBH Padang Gandeng CCF Dirikan Pusat Percepatan Indonesia Bersih (PPIB)

Tanggulangi Sampah, UBH Padang Gandeng CCF Dirikan Pusat Percepatan Indonesia Bersih (PPIB)

Beritanda1 - Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, gandeng Circular Connect Foundation (CCF) mendirikan Pendirian Pusat Percepatan Indonesia Bersih (PPIB).

Pembentukan PPIB sendiri, adalah sebagai pintu utama koordinasi percepatan ekonomi sirkular di Sumatera Barat (Sumbar) dengan berbasiskan potensi yang ada di UBH Padang.

Menyambut itu, Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi memberi dukungan terhadap upaya pendirian PPIB ini, karena masalah pengelolaan sampah memang salah satu program prioritas di Pemprov Sumbar.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian UBH dan CCF dalam menanggulangi masalah sampah di Sumbar. Pemprov Sumbar juga sedang berusaha mengurangi sampah baik organik dan non organik," kata Gubernur Mahyeldi, di ruang rapat Istana Gubernuran, Kamis (28/7/2022).

IMG-20220729-WA0029
Hadir pertemuan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siti Aisyah, Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Desniarti, Rektor UBH, Tafdil Husni, Wakil Rektor III, Hidayat, dan Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Masri Hasyar.

Kata Gubernur Sumbar, sumber sampah terbanyak terdapat di pasar, apalagi sampah organik banyak disana. Untuk itu, pihaknya   harus melakukan sosialisasi kepada BUMNag dan lembaga-lembaga yang mengelola pasar.

Menurutnya, diperlukan alat pencacah sampah  untuk menguraikan sampah-sampah organik, agar  mudah terurai dan dapat dikonsumsi oleh maggot.

“Maggot juga bisa dibudidayakan untuk mengolah hasil limbah organik. Namun perlu alat pencacah sampah tersebut agar mudah dimakan oleh maggot,” ujar buya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus CCF, Arswendy, berharap sosialisasi pengelolaan sampah bisa dikemas dengan kreatif melalui media sosial, ia mengatakan Indonesia telah bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF) dalam hal mengurangi sampah plastik.

“Dengan dibentuknya PPIB diharapkan masyarakat peduli terhadap sampah di rumahnya masing-masing ataupun dimana mereka berada. Kemudian dengan kemampuan mereka dalam melakukan pemilahan terhadap sampah, semoga juga bermanfaat secara ekonomi," imbuhnya.

Terobosan ini juga didukung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Amasrul, yang kehadirannya diwakili.

Terkait progress Percepatan Indonesia Bersih Sehat (PPIB) tersebut, rencananya akan mengajak siswa dan siswi SMA di Sumbar agar pandai memilah sampah organik dan non-organik.

“Selain itu siswa juga diharapkan dapat memilah pupuk kompos yang akan dikonsumsi oleh lingkungan sekolah, serta membuat tim kecil untuk mengajukan proposal tentang perubahan karakter generasi muda tentang sampah melaui platform digital,” paparnya.


(Ismardi/rls)

[recently-viewed-posts title="Recently Viewed Posts" subtitle="Your currently viewed posts."][/recently-viewed-posts]